Cerpen Terpendek Saya
Barusan saja saya lihat-lihat foto lama untuk ganti photo
cover Facebook biar lebih kekinian hihihihi, ketika saya ubrak abrik facebook eh nyasar ketemu deh tulisan jaman SMP dulu. Tepatnya ada
dikutipan favorit. Wahhhh senangnya!!!!
Kalau dilihat yah...
isinya lumayan lah gak jelek-jelek amat dan gak bagus-bagus amat. Saya baru tahu ternyata saya punya kepribadian yang lembut... hehehehe ya tercermin dari cerpen yang saya buat ini, wah dan saya baru menyadari bahwa ini cerpen terpendek yang saya buat untuk pertama kalinya. Kurang lebih isinya macam nie teman-teman:
SI MUNGIL
NAMA PENGARANG:NI WYN OVITALTT ALIAS OVITA ALIAS OPI
Sang surya telah tenggelam, malam menyambut dengan alunan ,syahdu .hujan membasahi kota denpasar ,yang masih ramai. seorang anak lelaki terlihat mengayunkan sepeda tuanya,,dengan susah payah ,baju lusuh dan usang itupun basah kuyup, koran yang berada didalam tas keresek merah milik anak laki2 mungil itu terlihat mulai basah .tak ada halangan yang tak dapat dilaluinya air yang mengenangi kota denpasar,percikan air dari mobil yang melintas ,hinga lobang - lobang selokan yang sempat di singgahi ban sepedanya.keringatny
Terlihat gubuk kecil dan reot mengisi sebuah tempat penampungan sampah
yang tak begitu luas ,anak laki2 itu cepat2 menuntun sepedanya ke blakan gubuk
reot miliknya,dilihatnya suasana dalam gubuknya masih sama sepi ,suyi dan
senyap tak ada syapapun sepeninggal ia bekerja menjual koran,belaiyan ibu dan
ayah hanya ia dapatkan pada mimpi indah dimalam hari ,maka segera ia berdoa
agar malam ini ia kan terus bersama kedua oran tuanya selamanya .mata mungil
dan bulat itu kini telah terpejam malam menjadi saksi isu kebahagiaannya
Comments
Post a Comment