Sisi Lain Pasar Badung Denpasar Bali
Kemarin saya berkunjung ke pasar tradisional
terbesar di kota Denpasar “Pasar Badung”. Setelah pandemi dan setelah sekian
lama saya tidak berkunjung. Akhirnya kemarin saya dapat kesempatan baik,
melihat kondisi pasar. Pasar ini sudah mulai dipadati pengunjung, hal ini
karena pasar badung menyediakan segala kebutuhan pokok untuk krama yang tinggal
di Bali khusunya Denpasar dan Badung. Tapi kali ini berbeda semua pedagang dan
pembeli sudah dilengkapi dengan protokol kesehatan dan saya kira mereka sudah
memulai new normal dengan cukup baik. Disinfektan portable masih disiagakan
disejumlah titik.
Saya merasa pasar seperti hidup kembali, apa lagi
saat ini pasar badung punya fasilitas baru dan area untuk bersantai. Lokasinya berada
tepat dibawah jembatan, tepat di tengah-tengah area pasar. Kita dapat lihat
aktifitas pasar badung dari bawah sana, saya sempat bertemu dan berkenalan
dengan anak-anak asli Denpasar. Usia mereka mungkin 12 atau 13 tahun dan mereka
ada banyak, adik-adik kecil turut ikut menbuntuti kakak-kakaknya, mereka ramah
dan sangat informative.
Saya agak sedikit iri karena melihat mereka saya
jadi ingat diri saya ketika kecil dulu, jadi bolang dengan kawan-kawan, pergi
kepasar, pergi kepantai, berenang di kolam terpal (padahal saya tau air itu
digunakan untuk mengaduk semen bangunan), saya akui dulu benar-benar bandel. Rumah
saya dulu di kendedes kuta, tapi arena main saya adalah Pantai kuta, Pasar
seni, dan area yang cukup jauh dari rumah. Dulu sering juga kena marah ibu
lantaran dianggap nakal dan suka ngumpet-ngumpet kalau mau main sama temen
ketempat jauh. Tapi sekarang sudah tidak dapat lagi main ketempat-tempat seru
seperti ini. Ada banyak faktor yang membuat kesenangan itu tertunda.
Pasar Badung sudah ada sejak lama, pemerintah
setempat memberikan apresiasi dengan memajang foto atau lukisan pasar badung
tempo dulu di bawah jembatan lokasi santai yang saya singgung tadi. Pasar
Badung itu riuh tapi sisi di bawah jembatan begitu tenang dan alami. Bagi
temen-temen news yang mau datang dan berkunjung bisa datang setiap hari, karena
pasar ini hampir buka 24 jam. Denpasar tidak pernah tidur. Pasar ini dikelola
cukup sistematis, mamsih ada bangunan tua yang kokoh, jika ke Bali mungkin mau
mampir untuk sekedar bersantai, melihat liukan layangan yang menghiasi langit denpasar atau ngobrol dengan lebih asik ditempat yang
tenang ini.@pit





topik postnya enak dan santai dibaca, tapi bakal lebih asik klo lebih komunikatif dan beberapa kalimat lebih disederhanakan dengan maksud yang sama....moga di POST2 kedepannya jauh lebih baik
ReplyDelete